Konfigurasi Dns ‘ Centos’

di sunting dari web  http://iermiko.blogdetik.com/2008/05/12/centos-44-server-konfigurasi-dns

DNS (Domain Name System) merupakan suatu sistim database yang berisi informasi tentang nama host atau nama domain.

Nama host atau Hostname adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi komputer. Karena sifatnya yang unik, maka dalam satu jaringan tidak boleh ada 2 atau lebih hostname yang sama. Jika terjadi penamaan yang sama, maka sistem akan memberitahukan bahwa telah terjadi duplikasi nama. Tapi jika komputer tidak saling terkoneksi ke jaringan memberikan nama komputer yang sama tidak masalah.

Nama domain (domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai IP address. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.

Informasi lebih lengkap bisa di baca di http://id.wikipedia.org/wiki/DNS atau http://sdn.vlsm.org/share/ServerLinux/node88.html

Alat dan Bahan :

1. PC dengan SO CentOS 4.4 Server
2. Paket aplikasi (dapat di cari lewat rpm.pbone.com)
* bind-9.2.4-28.el4.i386.rpm
* bind-utils-9.2.4-28.el4.i386.rpm
* bind-libs-9.2.4-28.el4.i386.rpm
* bind-chroot-9.2.4-28.el4.i386.rpm
* bind-devel-9.2.4-28.el4.i386.rpm
* caching-nameserver-7.3-3.noarch.rpm

Langkah-Langkah :

1. Pastikan IP telah terkonfigurasikan, aktifkan network dengan perintah

# /etc/init.d/network restart

2. Konfigurasikan bind dengan perintah

# vi /etc/named.conf

Carilah baris yang mengandung paragraph

zone “localhost” IN {

type master;

file “localhost.zone”;

allow-update { none; };

};

Tambahkan dibawahnya 2 paragraph zona sebagai berikut,

zone “namasiswa.smk” IN {

type master;

file “namasiswa.zone”;

allow-update { none; };

};

zone “1.168.192.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “xx.zone”;

allow-update { none; };

};

Catatan : namasiswa.smk merupakan nama domain yang akan dibuat

Ip address adalah 192.186.1.xx

3. Aktifkan bind dengan perintah

# /etc/init.d/named restart

Pastikan semuanya [ OK ]. Apabila salah satu ada yang [ FAILED ] maka ulangi perintah tersebut sekali lagi. Apabila masih ada yang [ FAILED ] maka periksa kembali file konfigurasi /etc/named.conf, pastikan sudah terisi dengan benar.

4. Buat file zona /var/named/namasiswa.smk yang berisi informasi tentang anggota domain namasiswa.smk dengan cara,

# cp /var/named/localhost.zone /var/named/namasiswa.smk.zone

# vi /var/named/namasiswa.smk.zone

Sehingga muncul tampilan awal

$TTL 86400

@ IN SOA @ root (

42 ; serial (d. adams)

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

IN NS @

IN A 127.0.0.1

IN A AAA…

Ubah isi file tersebut menjadi

$TTL 86400

@ IN SOA namasiswa.smk. root namasiswa.smk. (

42 ; serial (d. adams)

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

IN NS namasiswa.smk.
IN A 192.168.1.xx

5. Buat file zona reverse /var/named/xx.zona. Diperlukan untuk mengubah dari alamat IP menjadi nama domain.

# cp /var/named/named.local /var/named/xx.zone

# vi /var/named/xx.zone

Sehingga muncul tampilan awal

$TTL 86400

@ IN SOA localhost. root.localhost. (

1997022700 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS localhost.

1 IN PTR localhost.

Ubah isi file tersebut menjadi

$TTL 86400

@ IN SOA namasiswa.smk. root. namasiswa.smk. (

1997022700 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS namasiswa.smk.

xx IN PTR namasiswa.smk.

6. Dah selesai…. Konfigurasi Inti. Langkah berikut kadang tidak sampai selesai tergantung distro dan sikon pas install (udah acak2 atau masih murni). Tapi kalo bisa tetep dilakukan secara bertahap. Kalo pas pemeriksaan dah muncul pesan NOERROR maka bisa disudahi. Kalo belum ya dikerjakan sampai selesai. OK!!!

a. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

b. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

c. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan konfigurasi pada /etc/host.conf

# vi /etc/host.conf

Tampilan Awal

Order hosts, bind

Ubah menjadi

Order bind

Atau

Order bind, hosts

c. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

d. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

e. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan konfigurasi pada /etc/hosts

# vi /etc/hosts

Tampilan Awal

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost

kolom 1, merupakan IP Address (127.0.0.1)

Kolom 2, merupakan Hostname (localhost.localdomain)

Kolom 3, merupakan Alias (localhost)

Ubah menjadi

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost

192.168.1.xx server.namasiswa.smk server

f. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

g. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

h. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan konfigurasi pada /etc/resolv.conf

# vi /etc/resolv.conf

Ubah menjadi

search namasiswa.smk

nameserver 192.168.1.xx

i. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

j. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

k. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan proses me-link-kan file zona dari /var/named ke /var/named/chroot/var/named

# ln /var/named/namasiswa.smk.zone /var/named/chroot/var/named

# ln /var/named/xx.zone /var/named/chroot/var/named

l. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

m. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

n. Pasti berhasil dengan munculnya pesan NOERROR pada kolom status. Jika tidak berhasil lihat pada log message.

# tail -10 /var/log/messages

o. Masih belum berhasil juga….. kirim comment kesini aja.
p. Bagaimana melanjutkan ke web, ftp, mail dll….??? Tunggu dulu ya… masih lagi cari mood yang tepat.

~ oleh taufik di/pada 03/07/2009.

Tinggalkan Balasan